Stasiun Geofisika Malang, berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Malang, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) setempat, serta mahasiswa program Magister Informatika UIN Malang (termasuk Tomy Ivan Sugiharto), bersama komunitas Data Science Enthusiasts (DSE), turut serta dalam pengamatan hilal (hilal) untuk menentukan awal Syawal 1446 Hijriah. Inisiatif ini menggunakan prakiraan pembelajaran mesin untuk meningkatkan akurasi prediksi hilal‘visibilitasnya.
Pengamatan dilakukan pada Sabtu, 29 Maret 2025, di lantai 9 Kantor Regent Malang, Jalan Panji, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Malang dan Kementerian Agama setempat turut hadir dalam acara tersebut, yang utamanya menggunakan rukyah metode (observasi visual langsung).
Aplikasi pembelajaran mesin dalam hilal Observasi ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi prediksi sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, dan komunitas sains dalam penentuan kalender Islam. Hasilnya akan menjadi rujukan bagi Kementerian Agama dalam menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1446 H secara resmi.
Melalui pendekatan multidisiplin dan berbasis teknologi ini, Stasiun Geofisika Malang (BMKG) berupaya mengintegrasikan secara tradisional rukyah metode dengan kemajuan ilmiah modern untuk menghasilkan data yang lebih tepat dan andal.


